Lompat ke isi utama

Berita

TONGKAT ESTAFET KORSEK BERPINDAH TAPI DEDIKASI TAK PERNAH USAI

Bawaslu Bengkayang

Satu Amanah Usai, Amanah Lain Dimulai

Langit di atas Bumi Sebalo boleh saja membara oleh terik matahari yang menyengat pagi itu. Namun, di balik pintu Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Bengkayang, suasana justru meluruh dalam keheningan yang sejuk dan khidmat. 

Jarum jam baru saja menyentuh pukul 09.30 WIB ketika seluruh pegawai terpaku dalam diam, seolah menahan napas menyaksikan sebuah transisi penuh makna yang bergulir pada Selasa, (20/1/2026).

Hari itu bukan sekadar agenda birokrasi biasa. Ini adalah momen perpisahan sekaligus penyambutan bagi para penjaga gawang sekretariat pengawas pemilu.

Keheningan dan Guratan Dedikasi

Bawaslu Bengkayang

Pesan Dedikasi di Tengah Prosesi Sertijab

Suasana haru mulai merayap memenuhi ruangan saat Yosef Harry Suyadi, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, berdiri memberikan sambutan. Ia tidak hanya bicara soal regulasi, melainkan merajut kembali memori tentang perjalanan panjang Koordinator Sekretariat dan Bendahara demisioner Mikhail Apung dan Rolina.

Cerita tentang dedikasi mereka sejak awal membangun napas kesekretariatan di Bawaslu Bengkayang membuat mata beberapa pegawai yang hadir tampak berkaca-kaca.

Mikhail Apung, sosok Kepala Sekretariat demisioner, tampil dengan pembawaan yang sangat bijaksana. Tak ada gurat kekecewaan, yang ada hanyalah keikhlasan seorang abdi negara yang harus kembali ke instansi asalnya di Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang.

"Mohon maaf selama bertugas jika ada salah. Selamat dan sukses untuk seluruh keluarga besar Bawaslu Bengkayang," ungkap Mikhail dengan nada suara yang tenang namun berwibawa. 

Di sampingnya, Ibu Rolina, sang Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) demisioner, juga menunjukkan sikap serupa tegar melepas tanggung jawab yang selama ini ia emban dengan penuh ketelitian.

Menyambut Langkah Baru

Bawaslu Bengkayang

Langkah Awal Mengemban Amanah Baru

Ketua Bawaslu Bengkayang, Susanti, dalam sambutannya menegaskan bahwa rotasi ini merupakan konsekuensi dari penarikan pegawai oleh Pemerintah Daerah setelah pilkada usai. Sebagai respons, Bawaslu Provinsi telah menugaskan nakhoda baru untuk memastikan roda organisasi Bawaslu Bengkayang tetap berputar kencang menuju pengawasan Pemilu 2029.

Tongkat estafet kini resmi berpindah tangan. Rahmat Al Kafi hadir sebagai Koordinator Sekretariat (Korsek) yang baru, didampingi oleh Hafidh Satrio Wahyudi sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) yang baru. 

Kontras dengan suasana haru perpisahan, kedua sosok muda ini memancarkan energi antusiasme yang kuat. Tatapan mata mereka menunjukkan kesiapan untuk memikul amanah berat di lembaga yang menjadi wasit demokrasi ini.

Yosef Harry Suyadi pun tak lupa menitipkan pesan bagi keduanya. "Terima kasih kepada Pak Mikhail Apung dan Ibu Rolina yang telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Untuk pejabat baru, selamat mengemban tanggung jawab," tuturnya menutup prosesi sertijab.

Yosef juga berharap Korsek dan BPP yang baru dapat beradaptasi dengan baik dan bekerja lebih baik.

Akhir dari Sebuah Awal

Bawaslu Bengkayang

Melepas Amanah dengan Penuh Martabat

Sertijab hari itu adalah pengingat bahwa dalam organisasi pemerintah seperti Bawaslu Kabupaten Bengkayang, orang boleh datang dan pergi, namun integritas harus tetap tinggal. Mikhail dan Rolina pulang ke Pemda dengan kepala tegak, membawa segudang pengalaman menjaga demokrasi. 

Sementara itu, Rahmat dan Hafidh memulai langkah pertama mereka di kantor ini dengan semangat yang menyala.

Saat acara berakhir di tengah terik Bengkayang yang kian menyengat, ada rasa lega yang tertinggal di ruangan itu. Sebuah estafet telah tuntas dilakukan, memastikan bahwa Bawaslu Bengkayang tetap memiliki punggawa yang siap menjaga setiap suara rakyat. 

Dari pergantian tugas Korsek Bawaslu Bengkayang dikirim pesan bahwa tongkat estafet boleh berpindah tapi dedikasi tak pernah usai.

Penulis : Chyntia Maharani