BAWASLU DORONG KESADARAN BERDEMOKRASI DI KALANGAN PELAJAR SMA SHALOM BENGKAYANG
|
Menjadi pemilih bukan sekadar menentukan pilihan di bilik suara. Ada pemahaman dan tanggung jawab yang perlu dimiliki agar setiap suara diberikan secara sadar. Hal inilah yang menjadi bagian dari sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Bengkayang di SMA Shalom Bengkayang, Jumat (23/10/2026).
Jajaran Bawaslu Kabupaten Bengkayang tiba di sekolah pada pukul 07.40 WIB. Kegiatan yang dibuka pukul 07.50 WIB tersebut diikuti oleh siswa kelas X dan XI serta berlangsung hingga pukul 09.40 WIB.
Sosialisasi ini turut dihadiri oleh Yosef Harry Suyadi dari Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang Susanti, serta anggota Bawaslu Kabupaten Bengkayang Magrina dan Landung Atmanto, bersama jajaran staf Bawaslu Kabupaten Bengkayang.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal lebih dekat penyelenggaraan Pemilu, termasuk peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam mengawasi jalannya proses demokrasi. Pemahaman tersebut menjadi bekal bagi para pelajar yang akan memasuki usia pemilih dan berpartisipasi dalam Pemilu mendatang.
Materi sosialisasi turut membahas berbagai hal yang perlu diperhatikan oleh pemilih pemula, mulai dari persyaratan memilih dan pentingnya memastikan diri terdaftar dalam daftar pemilih hingga mengenali praktik politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian. Siswa juga diperkenalkan pada langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan dugaan pelanggaran Pemilu, termasuk menyampaikan laporan kepada Bawaslu.
Pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan persiapan menggunakan hak pilih, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaga kualitas demokrasi. Pemilih muda diharapkan mampu menyaring informasi yang diterima, menghargai perbedaan pilihan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan maupun praktik yang bertentangan dengan ketentuan Pemilu.
Melalui sosialisasi di SMA Shalom Bengkayang, Bawaslu Kabupaten Bengkayang berupaya memperluas pemahaman kepemiluan di kalangan pelajar. Pembekalan sejak dini diharapkan dapat mendorong lahirnya pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus memiliki kepedulian untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi menuju Pemilu 2029.
Penulis : Chyntia Maharani